Membiarkan jari-jari menari

“Acara gosip infotainment di TV menggosipkan artis terang-terangan, Pak. Apakah itu termasuk Ghibah?” tanya seorang teman ketika sekolah dasar.

Saya bersekolah di sebuah sekolah Islam sederhana di bilangan Bekasi Barat. Kelas yang diisi 40 anak tersebut tidak ber-AC, kursinya pun kayu. Kala itu kami sedang membahas tentang Ghibah.

Sayangnya, ingatan saya yang terbatas ini tidak menyimpan bagaimana persisnya jawaban pak guru untuk pertanyaan teman saya saat itu.

Beliau tidak membenarkan infotainment sebagai acara yang baik, walau tujuannya adalah hiburan.

“Sekali berghibah,” kata beliau, “maka tabungan pahala orang yang menggunjing akan ditukar dengan tumpukan dosa orang yang dibicarakan.”

Dijelaskan pula pada suatu ayat yang menyebutkan bahwa orang yang berghibah sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Siapa pula yang mau makan bangkai? Yikes. —— Read more on medium.com

Source: pinterest
Advertisements

Author: gustiadintya

Dedicating my life for knowledge and wisdom. In case I die with no contribution toward humanity, at least I die learning 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s