Jangan Tenggelamkan Kesehatan Jiwa

Globular Health initiative

mental health shutterstock.jpg Source: shutterstock (via ox.ac.uk)

Isu kesehatan jiwa merupakan salah satu target yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), namun sering terabaikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya satu dari empat orang di dunia pernah mengalami masalah kejiwaan sepanjang hidupnya. Saat ini setidaknya ada satu dari sepuluh  orang di antara kita sedang mengalami masalah kejiwaan. Namun sayangnya, sembilan dari sepuluh orang dengan masalah kejiwaan tersebut tidak menerima pengobatan, atau bahkan tidak terdiagnosis.

Masyarakat umumnya menyamaratakan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan dengan orang gila. Padahal, dari sudut pandang medis sendiri gangguan kejiwaan secara garis besar dibagi menjadi dua; yang pertama adalah gangguan psikotik, yaitu gangguan pola pikir sehingga penderita dapat berhalusinasi, seperti melihat dan mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada ataupun memiliki keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya orang yang merasa bertemu makhluk planet lain yang memperingatkan bumi akan diserang, padahal sesungguhnya tidak ada makhluk yang dimaksud. Sementara pada…

View original post 400 more words

Advertisements

Integritas

Berkali-kali saya dan beberapa teman mempertanyakan kemana integritas bangsa; dan apa sebenarnya bertanya-tanya makna integritas itu sendiri.

Menurut KBBI, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; atau singkatnya, kejujuran. Sesederhana itu, tapi sayangnya di Indonesia, mendapatkan sebuah kejujuran itu sangat-sangat mahal.

Kau tak perlu mengklaim dirimu sendiri bahwa kau seorang Muslim. Cukuplah kau tunjukkan lewat harmonisasi pikiran, tutur katamu, dan perbuatanmu. Itulah integritasmu sebagai seorang muslim.

Tidak mudah mencari orang jujur saat ini. Orang yang jujur bertindak dengan hatinya, bukan karena mencari pujian.

Mungkin kau akan sebut saya sekuler, liberal, atau apapun itu. Tapi ya, itulah pemahaman saya: Jangan mudah percaya dengan apapun, siapapun, kecuali hal-hal yang kau lihat dengan mata kepalamu sendiri. Tak perlu berbelit-belit hukum mengadili. Cukup Tuhan yang menjadi saksinya 🙂

Merdeka!

A journey to the west #4

There it goes Italy; the country which has a spell to make the travellers fall, as Lonely Planet said. What do you imagine when I say ‘Italia’? Probably the spartans, the ancient monuments, or the pastas and pizzas. It’s all wrapped up here in Italy.

My first stop in Italy was Milan. Stopped by for an hour for a transit.

Some people love the cosmopolitan, can-do atmosphere, the vibrant cultural scene and shopisticated shopping. Others grumble that it’s dirty, ugly, and expensive.

Well, I kind of agree with the second sentence. At least that’s what I see from the station. Just another metropolitan city.

Then I continue my journey to Venice; the famous water-city. It’s pretty exciting to explore the canals with a gondola (FYI, the gondola here refers to a small boat, not the hanging train), or get lost on the small lanes around. Yeah, Venice brings me the atmosphere of a never-never land.

image

image

image

You will not find cars on the land. I can’t even find a motorcycle. Everything’s here is by the water. Even the ambulance.

image

Anyway, do you miss my Danboard?

image

Like what I find in Paris; the love bridge is also exist here. They said if a couple write their name here, locked it up and throw the key away, their love would last forever.

Now I’m on the train heading to the second city; the Italians capital. Talk to you later!