Menguatkan Layanan Kesehatan Primer

Nyonya Sri (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pasien poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Beliau adalah seorang penderita kencing manis yang membutuhkan pengobatan insulin. Setiap bulannya Ny. Sri harus dirujuk ke poliklinik diabetes RS karena dokter umum di puskesmas tidak memiliki wewenang untuk meresepkan insulin. Padahal, rumah sakit rujukan tersebut berjarak cukup jauh dari rumah Ny. Sri.

Ilustrasi di atas saya temui saat koasisten pada pertengahan tahun 2016 lalu. Kondisi tersebut menggambarkan kebutuhan masyarakat yang seringkali berbenturan dengan kemampuan dan wewenang yang dimiliki dokter umum di layanan kesehatan primer. Kondisi ini akan lebih efisien jika kemampuan dan wewenang dialihkan pada dokter di puskesmas, agar penderita tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit. — Read more on Indonesiana

Jangan Tenggelamkan Kesehatan Jiwa

Globular Health initiative

mental health shutterstock.jpg Source: shutterstock (via ox.ac.uk)

Isu kesehatan jiwa merupakan salah satu target yang tercantum dalam Sustainable Development Goals (SDGs), namun sering terabaikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya satu dari empat orang di dunia pernah mengalami masalah kejiwaan sepanjang hidupnya. Saat ini setidaknya ada satu dari sepuluh  orang di antara kita sedang mengalami masalah kejiwaan. Namun sayangnya, sembilan dari sepuluh orang dengan masalah kejiwaan tersebut tidak menerima pengobatan, atau bahkan tidak terdiagnosis.

Masyarakat umumnya menyamaratakan orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan dengan orang gila. Padahal, dari sudut pandang medis sendiri gangguan kejiwaan secara garis besar dibagi menjadi dua; yang pertama adalah gangguan psikotik, yaitu gangguan pola pikir sehingga penderita dapat berhalusinasi, seperti melihat dan mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada ataupun memiliki keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya orang yang merasa bertemu makhluk planet lain yang memperingatkan bumi akan diserang, padahal sesungguhnya tidak ada makhluk yang dimaksud. Sementara pada…

View original post 400 more words

“I’ve always believed in numbers, in equations, in logic and reason.But after a lifetime of such pursuits: I ask What truly is logic? Who decides reason? My quest has taken me to the physical, the metaphysical, the delusional, and back. I have made the most important discovery of my career – the most important discovery of my life. It is only in the mysterious equations of love that any logic or reasons can be found.”                     – John Nash of A Beautiful Mind

Sekilas Pengendalian Tembakau di Indonesia

Globular Health initiative

Belum tuntas pada 2016, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengendalian Tembakau akan kembali dimasukkan ke dalam Program Legislatif Nasional (Prolegnas) 2017. Dilansir dari The Jakarta Post, kembalinya Ketua Fraksi Golkar sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memperbarui momentum UU yang berusaha melipatgandakan produksi tembakau hingga 524 milyar rokok pada 2020 mendatang.

Padahal, 13 Desember 2016 lalu Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan yang mencabut Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 63/M-IND/PER/8/2015 tentang Peta Jalan Industri Hasil Tembakau Tahun 2015-2020. MA menyatakan Permenperin tersebut bertentangan dengan lima peraturan perundangan yang lebih tinggi, tentang kesehatan, hak asasi manusia, hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, perlindungan anak, serta cukai.

Besarnya kontribusi cukai rokok pada pendapatan negara menjadi salah satu alasan yang mendorong digagasnya UU Pengendalian Tembakau. Sepanjang tahun 2015 misalnya, cukai rokok menyumbangkan pendapatan sebesar 139,5 triliun rupiah.

UU Pengendalian Tembakau juga dimaksudkan untuk melestarikan tembakau sebagai bagian dari budaya Indonesia. Hal ini dicantumkan pada

View original post 516 more words

What I’ve learned

Never, ever judge people by their actions and their decisions. They didn’t earn them instantly. You might not understand the proccess they’ve been through, battles they’ve fought, and home where they’ve been grown.
The more you think you know about something, actually the less you know about everything.
God speaks through various languages you might not understand. Don’t hate what you don’t understand.