Membiarkan jari-jari menari

“Acara gosip infotainment di TV menggosipkan artis terang-terangan, Pak. Apakah itu termasuk Ghibah?” tanya seorang teman ketika sekolah dasar.

Saya bersekolah di sebuah sekolah Islam sederhana di bilangan Bekasi Barat. Kelas yang diisi 40 anak tersebut tidak ber-AC, kursinya pun kayu. Kala itu kami sedang membahas tentang Ghibah.

Sayangnya, ingatan saya yang terbatas ini tidak menyimpan bagaimana persisnya jawaban pak guru untuk pertanyaan teman saya saat itu.

Beliau tidak membenarkan infotainment sebagai acara yang baik, walau tujuannya adalah hiburan.

“Sekali berghibah,” kata beliau, “maka tabungan pahala orang yang menggunjing akan ditukar dengan tumpukan dosa orang yang dibicarakan.”

Dijelaskan pula pada suatu ayat yang menyebutkan bahwa orang yang berghibah sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Siapa pula yang mau makan bangkai? Yikes. —— Read more on medium.com

Source: pinterest
Advertisements

Berbuat baiklah, kelak langit akan melipatgandakannya.

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.
Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
[At-Tagabun: 16-18]

Islam itu baik. Jika kau lelah berbuat kebaikan, sama artinya kau lelah berislam. Jangan, jangan pernah lelah berbuat kebaikan. Walaupun hanya lewat sebuah senyuman, itulah yang akan menjadi sedekahmu untuk orang lain. Ya, Islam tidak akan memberatkanmu. Seperti kutipan ayat di atas: bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.

Yang kemudian di surat berikutnya, Allah lanjutkan firman-Nya:

Hendaklah orang yang mempunyai keluasaan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta uang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak mebebani seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
[At-Talaq: 7]

Ketika kau sedang diuji, ketika kau sedang menghadapi masalah dalam hidupmu, cobalah bersedekah. Ingatlah bahwa di luar sana, masih banyak orang yang memiliki cobaan yang jauh, jauuuh lebih berat darimu.

image

Teruslah berbuat baik. Teruslah berislam!